Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Dialog Imajiner antara Karl Marx dan Paul Lafargue

Gambar

Kebungkaman Korban Kekerasan Seksual dalam Tinjauan Teori Spiral Keheningan

Gambar

Cap Go Meh di Pontianak dan Singkawang yang Bukan Maen

Gambar
Purnama yang paling sempurna adalah purnama yang muncul di malam ke-15 setelah tahun baru. Oleh karenanya, ia dirayakan. Malam ke-15 ini pula merupakan petanda berakhirnya perayaan tahun baru Imlek. Orang-orang Tionghua memaknai malam ini secara spesial. Ia adalah Cap Go Meh! Cap Go Meh dalam dialek Hokian secara harfiah berarti Malam ke-15.
Aku pun tak mau ketinggalan merayakan Cap Go Meh. Aku ambil cuti dari kantor untuk bergegas ke Pontianak untuk seterusnya ke Singkawang, untuk larut dalam keriuhan kota merayakan Cap Go Meh. Di Pontianak dan Singkawang, Cap Go Meh dirayakan secara begitu meriah, dengan arak-arakan ratusan tatung berkeliling kota. Festival ini sudah secara turun temurun dilaksanakan dan menjadi magnet ribuan turis untuk ke sana.
Aku pergi sendirian dengan bekal seadanya, tiket pesawat, kaca mata hitam dan buku Amoy. Buku Amoy terbitan Kompas ditulis oleh dosenku di kampus dulu, Mia Ye. Buku ini bercerita hasil penelitiannya tentang kehidupan orang-orang Tionghua d…