Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Ngetweet Seperti Pacaran

Gambar
21 Maret yang lalu, Twitter merayakan hari jadinya yang ke-10! Hore! Tidak berasa, sudah 10 tahun, twitter hadir dan menjadi bagian dari kehidupan. Aku sendiri, sebagai anak millennials, yang katanya native, sudah menggunakan twitter, mungkin sekitar 6 atau 7 tahun terakhir. 
Banyak hal yang berubah sejak adanya twitter. Hal yang paling penting, adalah twitter menyediakan ruang yang setara antar individu untuk menyampaikan gagasannya. Ruang diskusi yang setara antara individu ini hampir tidak ada di dunia nyata, semuanya ada relasi kuasa. Sejak ada twitter, seseorang yang bukan siapa-siapa di dunia nyata, punya ruang yang sama dalam menyampaikan pendapatnya.
Nah, untuk ikut merayakan hari jadi Twitter, aku mau berbagi cerita tentang jumlah ideal ngetweet per hari nya. Pasti banyak nih yang bingung, berapa sih jumlah ideal ngetweet, apakah 5, 10, 20 atau 50 kali?
Menurut kak Cipluk Carlita, manager komunikasinya Twitter Indonesia, tidak ada patokan standar berapa jumlah ideal ngetwee…

Inspiratif: Belajar Dedikasi dari Audrey Progastama Petriny

Gambar
Ceritanya aku berlangganan Majalah PR Indonesia. Majalah ini mengupas tentang seluk-beluk dunia Public Relations, baik dari sisi government,corporate maupun consultant. Majalah ini juga sering kali membahas case study dan memunculkan sosok inspiratif di dunia PR. Nah, Majalah PR edisi 5, bulan Juli 2015, menampilkan sosok Audrey Progastama Petriny, Head of Corporate Secretary and Communications PT Indonesia Air Asia. 
Cerita tentang kak Audrey yang menangani krisis Air Asia pasca musibah jatuhnya pesawat QZ 8501, sangat inspiratif, sampai-sampai aku tidak tahan untuk tidak membagikan ceritanya di sini agar jadi pembelajaran bagi kita semua. Walau demikian, aku hanya akan mencuplik bagian-bagian tertentu. Versi lengkapnya, dapat dilihat di Majalah PR Indonesia yaa! Mari langganan!
Musibah jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501, di penghujung 2014 membawa cerita tersendiri bagi Kak Audrey, yang saat itu tengah cuti melahirkan. Kak Audrey rela meninggalkan bayinya yang baru berumur satu bula…